Innaalillaahi wainnaa ilaihi rooji’uun, ahad malam kita semua berduka mendapat kabar wafatnya salah satu putera terbaik bangsa tokoh nasional KH. Sholahudin Wahid pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jawa Timur Indonesia.

KH. Sholahuddin Wahid atau yang akrab kita menyebutnya Gus Sholah, tutup usia di umur 77 tahun, ahad (2/2/2020). Gus Sholah sebelumnya sempat dirawat dua pekan akibat menurunnya kesehatan beliau.

Gus Sholah lahir di Jombang, 11 September 1942 putera dari pahlawan nasional KH Wahid Hasyim dan ibu Hj. Sholehah. beliau adalah adik kandung dari Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tokoh Nahdlatul ‘Ulama dan Presiden ke-4 RI.

 

H. Tubagus Imamudin, S.Pd Ketua Umum Forum Dzurriyat Kesulthanan Banten sekaligus alumni Madrasatul Qur’an Tebu Ireng Jombang Jawa Timur menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya tokoh nasional, guru bangsa KH. Sholahudin Wahid. Meski padatnya kegiatan sebagai tokoh nasional beliau masih sempat duduk menjadi pengasuh PonPes Tebu Ireng dimana beliau juga memberikan wawasan kebangsaanĀ  tentang kebhinekaan dan menjaga 4 pilar dasar negara Republik Indonesia.

Kami merasa kehilangan _dan duka yg sangat dalam..Dzurriyat Banten menangis

Dzurriyat Banten berduka

Dzurriyat Banten kehilangan Guru bangsa

Indonesia berduka

Yang kehilangan bukan hanya keluarga besar tebuireng tapi juga seluruh anak bangsa merasa kehilangan sosok figur yg patut diteladani.

Semoga Allah SWT ampuni dosanya, diterima iman islamnya, ditempatkan disurga bersama orang orang sholeh serta di berikan kesabaran kepada keluarga yg ditinggalkan, Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin, ujar Tubagus Imam
Ketua umum Forum Dzurriyat Kesulthanan Banten sekaligus alumni Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang Jawa Timur Indonesia.