SELAMAT HARI SANTRI 2019
by. Sekjen FDKB

 

Belajar mulai dari lahir hingga liang lahat, belajar adalah kebutuhan manusia untuk mengenal dirinya mengenal lingkungannya dan ujungnya adalah mengenal tuhannya.

Kelahiran manusia menangis belajar tengkurap, merangkak, berjalan hingga berlari

Kegiatan belajar adalah kegiatan yang difardhukan untuk setiap muslim, Apa yang dituntun oleh Rasulullah SAW memiliki manfaat luar biasa bagi hidup manusia, dari belajar ini sudah sama sama kita pahami bahwa kita bisa membuat keputusan keputusan penting dalam hidup ini, dari belajar maka saya bisa menulis kisah ini dan andapun bisa membaca tulisan ini karena kita belajar.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al Mujadalah : 11)

 

Kita ketahui bahwanya dalam kegiatan belajar ada sosok pengajar, seorang bayi belajar bebicara dituntun oleh orang tuanya atau lingkungannya, Kegiatan belajar mengajar di Indonesia diformalkan oleh pemerintah dengan nama SEKOLAH, Lembaga Pendidikan, dan ada satu yang unik kita menyebutnya Pesantren, yaitu wadah bagi para pelajar yang selanjutnya disebut SANTRI untuk menimba ilmu tentang keIslaman dalam kurun waktu tertentu menetap ditempat tersebut (tidak pulang kerumah) dan ini hanya ada diIndonesia.

Pesantren adalah satu upaya dari ulama ulama terdahulu diIndonesia untuk mencetak generasi muslim yang memiliki dasar dasar ilmu yang dituntun oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Aqidah, Qur’an, Hadist, Tarikh, Nahwu Sharaf, Balaghoh, Mantiq dll adalah beberapa kurikulum yang menjadi bekal bagi para santri dalam pesantren.

Alhamdulillah pada masa kini kita bersyukur bahwa masyarakat Indonesia sangat antusias memasukkan putera puterinya menjadi santri dipesantren. Ini menunjukkan bahwa para orang tua (wali santri) memahami bahwasanya terjangan informasi yang sangat deras diera digitalisasi saat ini perlu dikendalikan dengan pemberian pemahaman dasar bagi putera puteri kita, sebut saja smartphone yang sudah mewabah, aplikasi social media yang tersaji, game online, pornografi dll mudah sekali diakses, internet membuat dunia terasa begitu dekat memanjakan hayal dan mimpi kita semua. Bila kita tidak bijak menggunakannya terlebih generasi muda kita maka dunia kedepan akan hancur.

H. Tubagus Imamudin, S.Pd Ketua Umum Forum Dzurriyat Kesulthanan Banten dan sebagai alumni dari pondok pesantren Tebu Ireng Jombang menyampaikan bahwa tahun 2019 merupakan saatnya kaum santri bangkit, mengisi pembangunan di semua lini sektor baik politik, budaya terutama ekonomi.

Selamat hari santri 2019, semoga terus istiqomah mencetak generasi generasi Qur’ani generasi yang siap menegakkan kebenaran generasi yang rahmatan lil’aalamiin, aamiiin